Jaringan Komputer
Di era teknologi informasi sekarang ini bicara
tentang jaringan computer atau tentang computer lainnya adalah bukan sesuatu
hal yang baru lagi, dimana orang banyak memperbincangankannya seperti dikampus,
di jejaring social hingga ke warung kopi―di Aceh khususnya― namun demikian saya
masih memberanikan diri untuk memposting ke blog S3 (sangat-sangat sederhana) ini
dengan asumsi mungkin masih ada yang memerlukan baik sebagai sesuatu ilmu yang
baru maupun sebagai referensi tambahan juga sebagai tugas mata kuliah jaringan
computer. Karena saya sendiri mempostingnya ini bersamaan sebagai tugas kuliah
saya. Lho, kok malah ngomong kemana-mana ini, bukannya mau membahas masalah
jaringan computer? Ok deh, kita langsung ke topiknya terus ya.
Pengertian
Jaringan computer yaitu melayani seluruh
tugas-tugas komputasi suatu organisasi kini telah diganti dengan sekumpulan
komputer yang terpisah-pisah akan tetapi saling berhubungan dalam melaksanakan
tugasnya,
Manfaat
Oh ya, sebelumya computer yang bersifat stand alone
atau berdiri sendiri mempunyai banyak keterbatasan. Karenanya manfaat dari
adanya jaringan computer ini akan membuat computer dapat melakukan banyak hal
dan dapat membantu efesiensi dan efektifitas dalam dunia kerja. Sederhananya
dengan jaringan computer maka tidak perlu lagi 1 unit computer memiliki 1
printer, tetapi dengan 1 printer saja dapat digunakan oleh bebetapa computer
secara bersama dan tanpa memindakan printer tersebut setiap kali akan mencetak.
Bentuk
jaringan
Dalam jaringan computer ini memiliki tiga bagian,
adapun ketiga bagian tersebut yaitu:
1. Local
Area Netwoork (LAN)
2. Metropolitan
Area Network (MAN)
3. Wide
Area Network (WAN)
Local Area Networ
(LAN)
Pada kesempatan ini saya mengkhususkan pembahasan
masalah local area network (LAN),
dimana LAN merupakan jaringan computer dengan ruang lingkup terbatas meliputi
lokasi seperti kampus, gedung atau perkantoran.
Sebuah LAN dapat dibangun dengan minimal 2 komputer
dengan spesifikasi computer rendah sekalipun. Adanya LA ini akan menjadikan
computer terhubung dengan computer lain, seolah computer tersebut menjadi satu
kesatuan dan bisa saling berinteraksi.
Komponen-komponen
pada jaringan
Untuk membangun sebuah jaringan computer maka
dibutuhkan komponen-komponen penunjang yang memungkinkan computer-komputer
tersebut dapat berkomunikasi. Komponen atau pernak-pernik tersebut adalah:
·
Perangkat computer.
·
Kartu jaringan (NIC/Network Interface Card).
·
Media komunikasi (pengkabelan)
·
Concentrator
atau HUB
·
Sistem operasi jaringan
Apa itu Hub dan
Switch
Switch ialah sebuah perangkat keras
yang memungkinkan terjadinya distribusi packet data antar komputer dalam
jaringan dan mampu untuk mengenali topologi jaringan di banyak layer
sehingga packet data dapat langsung sampai ke tujuan.
Hub ialah perangkat jaringan yang
sederhana. Hub tidak mengatur alur jalannya data di jaringan, jadi setiap packet
data yang melewati Hub akan dikirim (broadcast) ke semua port yang
ada hingga packet data tersebut sampai ke tujuan. Hal tersebut dapat membuat
hub menjadi collisions dan memperlambat jaringan. (Hub juga sering
dikenal dengan nama repeater)
Switch dan Hub sebenarnya memiliki
fungsi yang sama, karena dengan menggunakan salah satu diantaranya kita tetap
bisa membuat Jaringan Komputer, tapi penggunaan Switch akan lebih cepat
daripada Hub apalagi bila jaringan yang kita punya sangat besar.
Mengenal Access Point
Access Point (AP)
Digunakan untuk melakukan
pengaturan lalulintas jaringan dari mobile radio ke jaringan kabel atau dari
backbone jaringan wireless client/server. Biasanya berbentuk kotak kecil dengan
1 atau 2 antena kecil. Peralatan ini merupakan radio based, berupa receiver dan
transmiter yang akan terkoneksi dengan LAN kabel atau broadband ethernet. Saat
ini beredar di pasaran adalah access point yang telah dilengkapi dengan raouter
di dalamnya yang biasa disebut wireless router.
Wireless Router (WR)
Wireless Router selain sebagai
penghubung (access point) untuk jaringan Local bisa berfungsi memforward IP di
luar dalam jaringan Local. Sebagai contoh kita mempunyai IP 192.168.0.1 untuk
jaringan Local kita sedangkan kita ingin jaringan 192.168.0.1 kita tidak
tersentuh oleh orang luar dari jaringan local itu. Nah dari wireless router itu
kita bisa setting sebagai contoh menjadi IP 10.50.10.xxx. Otomatis client yang
mendapat IP dari 10.50.10.1 itu tidak bisa masuk ke jaringan 192.168.0.1.
Inilah fungsi maksimal dari router yaitu untuk memprotect jaringan lokal kita
sehingga resiko data diambil oleh orang luar lebih sedikit. Jadi kesimpulannya
wireless raouter adalah sebuah acces point yang berfungsi meneruskan IP Local
kita sedangkan Router berfungsi meneruskan IP local kita menjadi IP yang kita
inginkan.
Ciri-ciri
fisik :
Pada Panel belakang biasanya
terdapat :
- Omni Antena ada yang bisa dicopot (detachable antenna) biasanya menggunakan konektor RP-SMA atau RP-TNC, ada juga yang fixed (non-detachable antenna)
- Reset button, tombol Reset untuk me-reset AP ke default factory setting
- Ethernet port/Port WAN, Port ini biasanya ditandai dengan tulisan: Internet atau WLAN. Kabel dari modem bisa masuk sini.menggunakan konektor RJ45 terhubung ke Internet via Cable / DSL Modem
- LAN Port (wired) bisa dipakai untuk konek desktop komputer, print server, network-attached storage, dll. Port ini biasanya ditandai dengan angka 1-4.
- Power adapter, colokan DC Power Supply
Pada panel depan, umumnya terdapat
lampu-lampu LED yang menjadi Indikator:
- Indikator power, ketika power adapter dicolokkan, harus menyala.
- WLAN atau Wireless B atau G, hanya dapat diaplikasikan pada wireless router
- Led 1, 2, 3, or 4, indikator dimana LAN port digunakan ke perangkat lain. Jika salah satu LAN digunakan, maka indikator harus menyala sesuai nomor di port belakang yang digunakan.
- Link Internet atau WAN, Jika LED Internet/WAN tidak menyala pastikan modem/ kabel UTP LAN menyala dan telah terhubung ke port Internet dengan benar.
Peralatan Penunjang (optional)
1.
Kabel Pigtail atau kabel jumper dan konektor
Adalah kabel penghubung AP ke Antena Eksternal. Alat ini
diperlukan untuk menghubungkan antara antena eksternal dengan access point.
Pada kedua ujung kabel terdapat konektor dimana type konektor disesuaikan
dengan konektor yang melekat pada access point. Kebanyakan Pigtail di pasaran
adalah : RP- SMA to N-Type Male dan RP-TNC to N-Type Male.
1.
Antena Eksternal,
Tower dan Penangkal Petir ( Lightning Arrester )
Digunakan untuk meningkatkan jarak jangkau wireless LAN. Antena bawaan AP dilepas kemudian dengan pigtail, RF out AP dihubungkan ke Antena eksternal.
Tower berguna untuk mendapatkan jangkauan area coverage yang
maksimal, kita perlu menaikkan antena omni eksternal ke tempat yang tinggi agar
client WLAN anda bisa menangkap sinyal radio dengan baik.
Sebagai pengaman dari petir maka kita memerlukan alat berfungsi
menyalurkan kelebihan beban listrik saat petir menyambar ke kabel
pembumian(grounding), biasa dikenal dengan Lightning Arrested Protector, dipasang
pada kabel jumper antara perangkat access point dengan antena eksternal.
Grounding untuk penangkal petir umumnya ditanam dengan batang tembaga hingga
kedalaman beberapa meter sampai mencapai sumber air. Ingat grounding yang
kurang baik akan menyebabkan perangkat wireless tetap rentan terhadap serangan
petir.
1.
POE (Power Over Ethernet) atau DC Power Injector
Agar kabel listrik tidak dinaikkan ke atas untuk “menghidupkan” access point maka kita memerlukan alat “POE” ini, yang fungsinya mengalirkan listrik melalui kabel ethernet atau kabel UTP/STP.
Agar kabel listrik tidak dinaikkan ke atas untuk “menghidupkan” access point maka kita memerlukan alat “POE” ini, yang fungsinya mengalirkan listrik melalui kabel ethernet atau kabel UTP/STP.
Berbagai Branded Wireless Access Point :
- Senao ECB 3220
- Linksys WRT54GL DDWRT
- TP-LINK WA601G
- DWL-2100AP AirPlus Xtreme G High-Speed 2.4 GHz
- Netgear
- D-Link AirPremier DWL-2210AP
- Asus WL-HDD 2.5
- Dll
Kabel yang biasa digunakan dalam
jaringan ada 3 jenis, yaitu:
1. Coaxial
Kabel ini sering digunakan untuk antena
televisi dan transmisi telepon jarak jauh. Konektornya adalah BNC (British
Naval Connector). Kabel ini terbagi menjadi 2, yaitu:
- coaxial baseband (kabel 50 ohm)
–digunakan untuk transmisi digital.
- coaxial broadband (kabel 75 ohm)
–digunakan untuk transmisi analog.
Tipe kabel coaxial juga dibagi 2,
yaitu:
- thin (thinnet) –lebih fleksibel,
lebih gampang digunakan, dan lebih murah daripada kabel thick. - Thick
(thicknet) –lebih tebal, susah dibengkokkan, jangkauannya labih jauh daripada
thin, dan harganya lebih mahal daripada thin.
Kelebihan:
- hampir tidak terpengaruh noise
- harga relatif murah Kelemahan:
- penggunaannya mudah dibajak
- thick coaxial sulit untuk dipasang
pada beberapa jenis ruang
2. Twisted
Pair Kabel ini sering digunakan pada kabel
telepon. Pada komputer konektornya adalah RJ-45. Kabel ini terbagi menjadi 2,
yaitu:
1. STP (Shielded Twisted Pair) –di
dalamnya ada satu lapisan pelindung kabel internal yang fungsinya melindungi
data dari gangguan pada saat ditransmisikan.
2. UTP (Unshielded Twisted Pair)
–tidak memiliki lapisan pelindung.
Kelebihan:
- harga relatif paling murah di
antara kabel jaringan lainnya
- mudah dalam membangun instalasi
Kelemahan:
- jarak jangkau hanya 100 m dan
kecepatan transmisi relatif terbatas (1 Gbps)
- mudah terpengaruh noise (gangguan)
3. Fiber Optic (Serat Optik) Ukuran kabel ini kecil dan terbuat dari serat
optik. Kabel ini dibagi menjadi 2, yaitu:
1. multi mode –penjalaran cahaya
dari satu ujung ke ujung lainnya pada kabel jenis ini dapat melalui beberapa
lintasan cahaya karena diameter intinya (core) cukup besar (50 mm).
2. single mode –diameter intinya
hanya 3-10 mm sehingga penjalaran cahaya hanya dapat melalui satu lintasan.
Kelebihan:
- ukuran kecil dan ringan
- sulit dipengaruhi interferensi/
gangguan
- redaman transmisinya kecil
- bidang frekuensinya lebar
Kelemahan:
- instalasinya cukup sulit
- tidak fleksibel
- harga relatif mahal













Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Kritik dan saran disini ya!